Blogger templates

Monday, November 17, 2014

On 1:46 PM by fdabusaad@gmail.com   No comments

Rasulullah bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“cukuplah seorang dikatakan berdusta bila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar”.

Makna hadits adalah bahwa orang yang menceritakan setiap apa saja yang pernah ia dengarkan, akan mendapat potensi besar untuk berdusta. Karena manusia mendengarkan yang benar dan yang salah, dia ia menceritakan semua itu, dia akan menceritakan pula yang salah dan dusta, lalu ia akan menanggung akibatnya, dia menjadi berdusta atau didustakan karenanya.


Karenanya imam malik pernah menjelaskan, “tidak akan selamat orang yang menceritakan seluruh apa saja yang pernah ia dengarkan, tidak akan menjadi imam selamanya jika didapati kedustaan dalam riwayatnya, haditsnya tidak diterima, dan itu menjadi cela baginya. Tida pantas seorangpun menjadikannya panutan sekalipun dia memiliki banyak ilmu. Jika ia menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah, yang jujur dan yang dusta dia akan selamat.” [Al-Mufhim Limaa Asykala Min Talkhis Kitab Muslim. Abu Abbas Al-Anshori Al-Qurthubi 1/35]
Kita harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa.
Syaikh Al-Utsaimin menerangkan, “Alangkah banyaknya manusia binasa dan tergelincir disebabkan tergesa-gesa dalam berbagai hal, termasuk dalam menukil berita atau menghukumi apa yang telah ia dengar atau lainnya.


Misalnya sebagian orang mencari-cari berita dengan modal telah mendengarnya lalu menceritakan dan menukilnya. Padahal ada hadits cukuplah seseorang dikatakan dusta bila ia menceritakan semua yang telah ia dengar. Dan diantara sebagian orang tergesa-gesa dalam menghukumi sesuatu, dia mendengar sesuatu dari seseorang dan ia merasa yakin bahwa itulah pengucapnya atau pelakunya, lantas segera menghukuminya dengan salah, sesat atau semisalnya. [Syarah Riyadhus Shalihin1/672]

0 komentar:

Post a Comment