Sunday, February 12, 2017
On 2:23 AM by fdabusaad@gmail.com No comments
Tanah adalah suatu bagian yang tak dapat terlepas dari kehidupan alam, namun banyak dijumpai tanah yang tidak digunakan, misalkan sebagai tempat untuk menanam berbagai bahan makanan. Jutaan alat-alat modern dan mutakhir diinvestasikan untuk merawat kesuburan tanah, agar menghasilkan tanah yang berkualitas dan menghasilkan berbagai macam manfaat yang dibutuhkan manusia. Membantu para petani untuk mewujudkan impiannya, tanah yang subur.
Selama tahun 1970-an dan awal tahun 80-an, sebuah hamparan wilayah yang luas sedang tertimpa kekeringan yang parah. Keluarga demi keluarga meninggalkan desa mereka untuk mencari sumber kehidupan mereka, makanan dan air. Wilayah tersebut berada di Burkina Faso, Afrika Barat.
Tapi, Yacouba Sawadogo adalah seorang yang lain, dia justru memilih bertahan di tempatnya, malah ia menciptakan teknik menghijaukan gurun.
Sebuah kisah perjalanan petani yang tidak mudah, setelah bergelut dalam sebuah drama namun nyata. Kisah ini merupakan bukti keyakinan seorang pemuda yang memiliki potensi menghasilkan karya di wilayah Sahel di Afrika.
Melalui suatu rekonstruksi yang menakjubkan, ia sebagai anak kecil yang diutus untuk belajar Al-Qur'an di Mali, namun ia harus bekerja fisik disamping mengerjakan tugas berat, yaitu menghafal Al-Qur'an. Beliau berada di mana saja, selalu mengenakan jubah dan songkok. Petani ini adalah muslim yang buta huruf.
Wilayah yang telah dihijaukan Yacouba adalah daerah semi-kering antara Gurun Sahara di utara dan tropis savana lebih jauh ke selatan. Wilayah ini secara berkala menderita kekeringan. Kekeringan utama terjadi pada tahun 1970-an. Kala itu mengakibatkan kelaparan yang menewaskan orang dalam jumlah besar.
Ia menggunakan teknik pertanian tradisional yang sangat sederhana yang disebutnya sebagai zai: berupa pembuatan sejumlah lubang di lahan kering.
Lalu pada lubang-lubang tersebut diberikan pupuk kandang. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan unsur hara yang sangat penting untuk menyuburkan tanah.
Lubang-lubang ini juga dimaksudkan untuk menampung air dan lumpur saat hujan. Juga berfungsi memberikan lebih banyak waktu untuk meresapkan air ke dalam bumi.
Akumulasi lumpur yang tertampung di lubang-lubang tersebut juga menyediakan tempat yang relatif subur bagi bibit tanaman lokal untuk tumbuh. Tanaman memperlambat air lebih jauh. Pada gilirannya akar tanaman itu berfungsi memecah tanah yang dipadatkan, sehingga membuat lebih mudah lagi untuk menampung air.
Awalnya, tak sedikit orang yang menuding Yacouba sebagai orang gila saat membuat zai. Karena mereka menyangka usaha Yacouba sebagai kerja sia-sia. Tak akan berhasil.
Namun berkat kesabaran, keuletan serta pantang menyerah, perlahan usaha Yacouba membuahkan hasil. Lahan kritis di kampungnya perlahan menjadi hijau.Tak sedikit warga setempat pun akhirnya terpanggil untuk membantu Yacouba melakukan konservasi lahan.
Setelah lebih 25 tahun sukses melakukan konservasi lahan di kampung halamannya, usaha Yacouba pun mendapat perhatian dunia. Ia pun kerap diundang untuk berbagai pengalaman di Amerika dan Eropa. Ia kini mendapat julukan sebagai pahlawan lingkungan.
Sepenggal kisah tentang Yacouba itu bisa disaksikan di National Geographic serial The Man Who Stopped The Desert.
Dan sekelumit video tentang penghargaan terhadap karyanya bisa disaksikan berikut:
Sumber :
https://web.archive.org/web/20150208035816/http://www.1080films.co.uk/project-mwsd.htm
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Tanah adalah suatu bagian yang tak dapat terlepas dari kehidupan alam, namun banyak dijumpai tanah yang tidak digunakan, misalkan seb...
-
Ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” adalah kalimat agung dalam agama Islam. Dengannya kita dapat saling mempererat h...
-
Kitab Ma'alim Ushul Fikih adalah kitab yang bagus dalam menjelaskan Ushul Fikih sesuai dengan pemahanam Ahlus Sunnah. Di dalamny...
Blog Archive
Translate
Powered by Blogger.
-
-




0 komentar:
Post a Comment