Blogger templates

Thursday, February 5, 2015

On 11:33 PM by fdabusaad@gmail.com   No comments



Pada masa kaum muslimin dipimpin oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, disamping kekokohan pasukan darat, keberadaan maritim kaum muslimin pun sangat diperhitungkan oleh musuh-musuh Islam.

Kapal-kapal yang digunakan untuk berperang saat itu diproduksi dengan bahan dan proses yang cukup ketat. Saat itu industri perkapalan berada di negeri Mesir dan Syam. Dipilihlah tenaga paling ahli dan berkompeten untuk mengerjakannya serta digelontorkan banyak dana untuk memberi mereka upah dan bonus guna memaksimalkan potensi mereka dalam bekerja.


Muawiyah bin Abu Sufyan juga menjalin kerja sama antar negeri Mesir dan Syam di bidang ini. Baik dalam pengadaan bahan baku untuk pembuatan kapal maupun pengadaan tenaga ahli dan berpengalaman. Hasilnya adalah angkatan laut Islam yang kuat dan mampu mengarungi Laut Mediterania dalam kecepatan yang luar biasa. Armada ini tidak hanya menandingi armada Byzantium, melainkan juga merebut penguasaan mereka terhadap lautan ini.

Bahan baku pembuatan kapal dan perlengkapannya sudah ditentukan dengan cermat.

Di negeri Syam ada banyak kayu kuat dari pohon shanbur (sejenis cemara), pohon ek, dan pohon juniper yang sangat cocok untuk membuat kapal. Sementara di Mesir ada banyak pohon shanth (sejenis akasia) yang cocok untuk membuat lambung kapal dan bagian kedua sisinya. Juga, pohon sikamore, pohon labakh (sejenis sirih), dan pohon doum yang sangat cocok untuk membuat dayung.

[Dr. Sa’ad Mahir, Al Bahriyyah fi Mishr Al-Islamiyyah, hlm. 85]

Di samping itu, bahan tambang besi yang ada banyak di negeri Mesir, Yaman, dan Syam dimanfaatkan untuk membuat paku-paku, baling-baling, kapak dan sebagainya. Di Mesir juga ada banyak bahan ter/tir yang biasa digunakan untuk mendempul atau menambal lubang-lubang kayu kapal. Begitu juga dengan pohon daqas untuk membuat tambang.

Singkatnya, kerja sama antara negeri Mesir dan Syam ini mendorong tercapainya kejayaan angkatan laut Islam. Sementara wilayah kekuasaan kaum muslimin semakin meluas dan di antaranya adalah berbatasan dengan laut dan sungai. Sehingga kebutuhan angkatan laut pun penting untuk pertahanan diri dari serangan musuh.

Ini terwujud setelah Muawiyah bin Abu Sufyan memerintahkan gubernurnya di Mesir, Maslamah bin Mukhallad Al-Anshari, untuk membangun kapal di Pulau Ar-Raudhah.


[Sumber utama: Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah, Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Aziz, hlm. 303]

0 komentar:

Post a Comment