Monday, November 17, 2014
On 1:40 PM by fdabusaad@gmail.com No comments
Hidup di
dunia akan merasakan berjuta rasa, ada enak dan ada pahit. Ada lunak ada keras,
bahkan kejam.
Perasaan
hati tidak dapat diobati dengan obat sembarangan. Sudah ada resepnya. Dan itu
ada dua.
Syaikh
Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan, “Hati tidak dapat tenang dengan
sesuatu selain berdzikir dan mengingat-Nya.
Tidak ada sesuatu yang lebih lezat,
lebih enak dan lebih manis untuk hati melebihi cinta kepada Rabb yang
menciptakannya. Lalu bersua dan mengenal-Nya. Dzikir bagi hati itu sesuai
dengan ukuran makrifat dan kecintaan pada-Nya. Ini jika yang dimaksud dzikir
adalah mengingat Rabb-nya, baik itu tasbih, tahlil, takbir dan lainnya.
Ada yang
memaksudkan bahwa dzikir kepada Allah adalah pada kitab yang Ia turunkan
sebagai pengingat bagi hamba yang beriman. Jika dimaknai dengan ini maka makna
ketenangan hati adalah tatkala mengetahui makna kandungan dan hukum-hukum yang
terdapat dalam Al-Qur’an.”

Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Tanah adalah suatu bagian yang tak dapat terlepas dari kehidupan alam, namun banyak dijumpai tanah yang tidak digunakan, misalkan seb...
-
Ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” adalah kalimat agung dalam agama Islam. Dengannya kita dapat saling mempererat h...
-
Kitab Ma'alim Ushul Fikih adalah kitab yang bagus dalam menjelaskan Ushul Fikih sesuai dengan pemahanam Ahlus Sunnah. Di dalamny...
Blog Archive
-
▼
2014
(10)
-
▼
November
(9)
- Banyak Cerita Bisa Mengantarkan Pada Dusta
- Muraja’ah Itu Penting
- Kebaikan Juga Perlu Ditutupi
- Saat Hidup Terasa Keras, Carilah Ketenganan Dengan...
- Orang Bakhil Adalah Orang Terfakir
- Saat Ilmu Memanggil Amalan
- Niatnya Sih Baik, Tapi...
- Jangan Kau Buang Rasa Malu Itu
- Hujan Bukan Semata Peristiwa Alam
-
▼
November
(9)
Translate
Powered by Blogger.
-
-

0 komentar:
Post a Comment