Blogger templates

Monday, March 2, 2015

On 3:10 PM by fdabusaad@gmail.com   No comments

Volume kepadatan arus Lalu Lintas setiap tahunnya semakin meningkat. Selain faktor kemudahan memiliki kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi membuat kebutuhan akan moda transportasi semakin meningkat.

Namun, satu fakta yang cukup mengagetkan Indonesia termasuk Negara dengan angka kecelakaan Lalu Lintas tertinggi di Dunia.


Di negara kita punya cerita unik soal carut-marutnya tranportasi. Kawanan pemotor berdengung keluar- masuk bagai busur panah membelah kemacetan di antara mobil, bus, dan truk. Tak sedikit yang berjalan di trotoar dan ugal-ugalan melawan arus, kemudian berhenti di bawah jalan layang ketika hujan. Tanda berhenti (lampu merah) mereka abaikan. Pejalan kaki pun tak dihormati.

Cara-cara berkendara yang tidak sehat kerap dilanggar, kebut-kebutan, belok tanpa memberi tanda, menerobos halaman dan pekarangan rumah orang, memakai motor tanpa helm, berkendara sambil menelpon, dan banyak lagi pelanggaran terjadi di negeri ini. Pantas saja peringkat kematian lalu lintas di Indonesia menjadi tinggi.

Besarnya angka kematian kecelakaan lalu lintas karena banyak faktor memang. Karena memang sudah takdirnya dan musibah, karena fasilitas jalan dan lalu lintas yang tidak standar, hingga kecerobohan pengendara itu sendiri.
Ketika kecelakaan pesawat menggegerkan berbagai belahan dunia, membuat banyak pihak merasa bersalah, menjadi musibah yang sangat besar dan sangat ditakuti. Padahal kecelakaan di darat jauh lebih banyak memakan korban. Tapi, mengapa korban-korban kecelakaan lalu lintas darat seolah menjadi sesuatu yang lumrah, biasa saja, bukan musibah besar. Apa bedanya mati karena kecelakaan di udara dan mati karena kecelakaan di darat?

Sudahlah, mari kita memulai dari diri kita masing-masing, jangan menambah jumlah mayat-mayat korban kecelakaan dalam berkendara. Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang sia-sia akibat melanggar aturan dalam berkendara. Nyawa kita amatlah mahal untuk sekedar mati konyol karena tidak disiplin dalam berkendara.


Maka, jangan bunuh dirimu sendiri dengan kecerobohan dalam berkendara! Hargai hidupmu!

0 komentar:

Post a Comment