Thursday, October 17, 2013
On 5:10 PM by fdabusaad@gmail.com No comments
Dalam perjalanan perang Al-Hajib
Al-Manshur dikisahkan bahwa ia pernah menggerakkan sebuah pasukan utuh untuk
menyelamatkan tiga orang wanita muslimah yang tertawan di Kerajaan Navarre.
Beliau melakukan operasi militer ini karena antara dirinya dan Kerajaan Navarre
yang kristen terikat perjanjian dengan kesepakatan mereka membayar jizyah
padanya. Ini kisahnya saat sedang berjayanya umat islam pada masa Daulah
Amiriyah.
Dan salah satu dekret isi perjanjian
adalah mereka tidak dibenarkan menawan seorangpun dari kaum muslimin ataupun
menahan mereka di wilayah kerajaan mereka.
Suatu ketika, seorang utusan Al-Hajib
Al-Manshur pergi menuju Kerajaan Navarre. Di sana, setelah ia menunaikan
hajatnya untuk menyampaikan surat kepada raja Navarre, orang-orang Navarre
mengajaknya dalam perjalanan keliling. Dalam perjalanan ini, ia mendapati tiga
orang wanita muslimah berada dalam salah satu gereja. Sang utusan ini merasa
heran, lalu ia bertanya dan mencari informasi mengapa mereka bisa berada di
situ. Wanita itupun menjawab bahwa mereka bertiga adalah tawanan di tempat itu.
Seketika, utusan Al-Manshur itupun
marah besar. Segera ia kembali menemui Al-Hajib Al-Manshur untuk melaporkan
kasus ini. Al-Hajib Al-Manshur pun segera merespon dengan mengirimkan satuan
pasukan militer yang besar untuk misi penyelamatan para wanita tawanan tadi.
Ketika pasukan kiriman ini tiba di
pelataran Kerajaan Navarre, raja Navarre justru sangat terkejut dan mengatakan
“Kami tidak tahu menahu untuk apa kalian datang kemari. Padahal antara kami
dengan kalian masih ada perjanjian untuk tidak saling menyerang. Lagi pula
kamipun masih tetap membayar jizyah…” Maka pasukan kaum muslimin menyanggah “Sungguh,
kalian telah menyelisihi perjanjian yang kalian buat sendiri! Kalian telah
menahan beberapa tawanan wanita muslimah!”
Pihak Navarre menjawab ”Kami sama
sekali tidak mengetahui hal ini”.
Maka utusan tadi pergi menuju gereja
dan mengeluarkan ketiga wanita tersebut. Melihat itu raja Navarre mengatakan “Para
wanita itu telah ditawan oleh seorang parajurit dan parajurit yang bersankutan
akan diberikan hukuman.”
Lalu raja Navarre mengirimkan surat
kepafa Al-Hajib Al-Manshur menyampaikan di dalamnya permohonan maaf
sebesar-besarnya, dan menyampaikan bahwa ia akan menghancurkan gereja tersebut.
Pasukan Al-Hajib Al-Manshur pun
kembali ke negrinya dengan membawa ketiga wanita itu.
[Al-Bayanul
Mughrib, Ibnu Adzari 2/297]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Tanah adalah suatu bagian yang tak dapat terlepas dari kehidupan alam, namun banyak dijumpai tanah yang tidak digunakan, misalkan seb...
-
Ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” adalah kalimat agung dalam agama Islam. Dengannya kita dapat saling mempererat h...
-
Kitab Ma'alim Ushul Fikih adalah kitab yang bagus dalam menjelaskan Ushul Fikih sesuai dengan pemahanam Ahlus Sunnah. Di dalamny...
Blog Archive
Translate
Powered by Blogger.
-
-

0 komentar:
Post a Comment